Kamis, 02 Juli 2009

Derajat Otonomi Fiskal Kabupaten Way Kanan

ANALISIS EFEKTIVITAS, EFISIENSI DAN DERAJAT OTONOMI
FISKAL (DOF) DALAM RANGKA PELAKSANAAN OTONOMI
DI KABUPATEN WAY KANAN
Oleh
Heni Yusnita

Dalam rangka pertanggungjawaban publik, pemerintah daerah seharusnya
melakukan optimalisasi anggaran yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama ini manajemen keuangan daerah
masih memprihatinkan. Anggaran daerah, khususnya pengeluaran daerah belum
mampu berperan sebagai insentif dalam mendorong laju pembangunan di daerah.
Di sisi lain banyak ditemukan pengalokasian anggaran yang tidak sesuai dengan
kebutuhan dan penggunaannya tidak dilakukan secara prudent (hati-hati),
sehingga kurang mencerminkan aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Untuk
itu pemerintah daerah harus melakukan optimalisasi anggaran dan mengelola
sumber daya publik secara ekonomis, efisien, dan efektif dalam usaha
meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi pengelolaan
anggaran daerah serta tingkat Derajat Otonomi Fiskal (DOF) di Kabupaten Way
Kanan dan menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan perekonomian
daerah (PDRB). Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul “ANALISIS EFEKTIVITAS, EFISIENSI DAN DERAJAT
OTONOMI FISKAL DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI
KABUPATEN WAY KANAN”.
Daerah yang menjadi objek penelitian adalah Pemerintah Kabupaten Way Kanan
dengan ruang lingkup penelitian data perkembangan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Kabupaten Way Kanan selama 7 tahun yaitu tahun 1999 sampai dengan tahun
2005. Metode penelitian dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan
penelitian lapangan (field research).
Hipotesis dalam penelitian ini adalah efektivitas pengelolaan anggaran daerah,
efisiensi pengelolaan anggaran daerah dan Derajat Otonomi Fiskal (DOF)
berpengaruh positif terhadap kemampuan perekonomian daerah (PDRB) di
Kabupaten Way Kanan.
Hasil penelitian bahwa pengelolaan anggaran daerah Kabupaten Way Kanan
sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2005 memenuhi kriteria sangat efektif
dengan rata- rata tingkat efektifitas sebesar 114,60 persen. Sedangkan efisiensi
pengelolaan anggaran daerah termasuk kriteria kurang efisien dengan rata- rata
nilai efisiensi sebesar 92,47 persen. Untuk Derajat Otonomi Fiskal (DOF)
Kabupaten Way Kanan termasuk dalam kriteria sangat kurang dengan rata-rata
nilai DOF sebesar 1,34 persen.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh efektivitas dan efisiensi
pengelolaan anggaran daerah serta tingkat Derajat Otonomi Fiskal (DOF)
terhadap kemampuan perekonomian daerah (PDRB) digunakan regresi linier
berganda. Untuk menguji hipotesis digunakan uji t yaitu pengujian secara parsial
dari variabel bebas terhadap variabel terikat dan diperoleh hasil bahwa efektivitas
pengelolaan anggaran daerah berpengaruh terhadap kemampuan perekonomian
daerah (PDRB) Kabupaten Way Kanan dimana nilai t hitung sebesar 16,532 lebih
besar dari t tabel 3,128 pada tingkat kepercayaan 95% (รก = 0,05) dan nilai
signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 . Untuk variabel efisiensi
diperoleh nilai t hitung sebesar 2,896 lebih kecil dari t tabel dan nilai signifikasi
0,063 lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima yang artinya efisiensi pengelolaan
anggaran daerah tidak berpengaruh terhadap kemampuan perekonomian daerah
(PDRB) Kabupaten Way Kanan. Sedangkan variabel Derajat Otonomi Fiskal
(DOF) berpengaruh terhadap kemampuan perekonomian daerah (PDRB)
Kabupaten Way Kanan yang diperoleh dari nilai t hitung sebesar -3,550 lebih
besar dari t tabel 3,128 dan nilai signifikansi 0,038 lebih kecil dari 0,05.
Hasil penelitian dapat disimpulkan berdasarkan uji F bahwa efektivitas
pengelolaan anggaran daerah, efisiensi pengelolaan anggaran daerah dan Derajat
Otonomi Fiskal (DOF) signifikan dan berpengaruh terhadap kemampuan
perekonomian daerah (PDRB) Kabupaten Way Kanan dimana nilai F hitung
yang di dapat adalah 117,111 lebih besar dari nilai f tabel 9,28 dan nilai
signifikan 0,01 lebih kecil dari 0,05 dengan menggunakan derajat keyakinan 95
persen atau taraf nyata sebesar 5 persen.

Info Lebih Lanjut: http://digilib.unila.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar